Selasa, 13 Mei 2014

PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Proses penciptaan alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut: “Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101) Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, juga dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Dalam Al-qur’an telah diberitakan 1.400 tahun lalu,sebelum big bang tidak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan,dimana materi,energi,bahkan waktu belumlah ada, dan hanya mampu diartikan sebagai metafisik terjadilah energi dan waktu.                                                                                     
. enigma-wallpaper34
Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut:
“Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101)
Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Gambar diatas merupakan salah satu bentuk proses terjadinya alam semesta dan banyak gambar-gambar lain yang juga merupakan tahap pencipataan alam semesta. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.
http://i30.tinypic.com/2cmvu2p.jpg

gambar diatas adalah big bang vs penciptaan , big bang merangkai terjadinya alam dalam fase fase yang berbeda dengan penciptaan , ada perbedaan yang sangat signifikan dari keduanya ...

big bang mengawali semua dari sebuah ledakan ruang dan waktu sementara penciptaan mengawali semua dari penciptaan ruang dan waktu (alam semesta ) yang kelihatan maupun yang tidak dan bumi yang waktu itu masih di selubungi air seluruhnya (sebab bumi adalah fokus utama )

big bang di fase kedua menyebutkan pembentukan bintang - bintang sementara penciptaan masih fokus di bumi dengan memisahkan daratan dari air serta menciptakan tumbuh -tumbuhan ..

big bang di fase ketiga adalah pembentukan matahari sementara penciptaan baru saja menciptakan matahari , bulan dan bintang - bintang

big bang di fase keempat adalah keadaan bumi yang masih panas sementara penciptaan telah sampai kepada terciptanya lautan dan burung -burung di udara


big bag di fase ke lima adalah mendinginnya bumi dan terbentuknya lautan sementara penciptaan telah menjadikan hewan -hewan di darat besar dan kecil dan terakhir manusia
dari semua itu semua di fokuskan untuk dan bagi manusia
dan setelah ini saya ingin mengajukan banyak sanggahan terhadap big bang .
Terjadinya Alam Semesta
Apakah kalian sudah tahu terjadinya alam semesta?
Kali ini saya akan menceritakan terjadinya alam semesta yang saya tahu.
Apakah kalian tahu bagaimana tampak alam semesta sebelum dibuat?
Setahu saya, dulu sebelum ada alam semesta, saat itu ada sebuah benda yang kecil.
Tapi, didalamnya saaaa…ngat padat. Sampe-sampe cahaya tak bisa bergerak.
Lalu, benda itu pun meledak dengan sangat dahsyat dan tidak menimbulkan cahaya.
Ledakan tersebut di sebut Big Bang.
Setelah big bang meledak,Sesudah meledak, Big Bang menjadi debu-debu yang berterbangan di angkasa.
Debu-debu itu akhirnya mulai berubah sedikit demi sedikit.
Akhirnya, mulai ada bebatuan yang sedang bertabrakan satu dengan yang lain.
Dan akhirnya,  hasil-hasil tabrakan itu berupa planet-planet yang sebagianya kita ketahui.
Diantara tabrakan-tabrakan itu adalah Bumi, mars, matahari, dll
.
Bumi kita sekarang berada di galaksi  bimasakti. Ada juga galaksi lain, tapi hanya  galaksi andromeda saja yang kita tahu. Tahuka kamu, mengapa galaksi ada teriliunan planet atau bintang?
Karena di tengah ada gaya grafitasi yang sangat kuat hingga planet-planet pun berkumpul di satu titik.
Galaksi bimasakti
Galaksi bimasakti
Mengapa di tengah galaksi ada cahaya yang sangat terang?
Karena ditengah itu, kemungkinanku adalah ada suatu lubang yang menyerap energi dengan jumlah yang banyak.
Mungkin juga disebut lubang hitam atau Black Hole.
Black  Hole adalah bagian dari ledakan Big Bang yang tadi.
Black Hole juga tidak hanya menyerap cahaya saja, tetapi planet juga bisa terhisap ke dalam Black Hole.
Bisa-bisa bumi kita juga terhisap ke dalam Black Hole tersebut.
Di setiap tata surya pasti ada bintangnya, atau planetnya selalu mengorbit salah satu bintang.
Itu karena makhluk hidup memerlukan cahaya dan panas yang stabil. Bila tidak, pasti planet itu akan membeku.

Bintang di tata surya kita dinamakan matahari.
Apakah kalian tahu asal mula matahari?
Yang saya ketahui Matahari dulunya adalah sebuah benda mati yang besar. Tapi, karena adanya grafitasi yang sangat kuat.
Hingga mengakibatkan matahari bergerak saaangat kencang.
Dan pergerakan itu menimbulkan api yang sangat panas. Akhirnya, timbulah matahari yang sekarang
. Dibawah adalah gambar yang didapat matahari yang kelihatan bertubuh bulat dan berbaju api yang sangat panas serta memiliki dan memencarkan cahaya yang dahsyat oleh ke planet bumi yang kita tinggal . mtahari juga berpengaruh sekali bagi kehidupan manusia dan makhluk Tuhan lainnya .
matahari
Kekuatan dahsyat dari matahari
Kita semua tahu kan, kalau bumi kita selalu mengitari matahari atau mengorbit matahari. Mengapa?
Karena bumi kita tertarik dengan gaya grafitasi matahari.
Gaya grafitasi matahari saangat kuat. Bila berat kita di bumi 50 kg, maka di matahari meningkat menjadi 1400 hampir sama dengan berat mobil.
Kita pernah  mendengar  bom atom yang pernah di jatuhkan ke Nagasaki pada saat perang dunia?  Matahari itu mirip bom atom yang dijatuhkan ke Nagasaki. Tapi, kalo matahari itu 6 teriliun kali lipat dari bom atom yang tadi.
.

Gagasan kuno abad 19: alam semesta kekal
  Gambar dibawah adalah Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya.Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis,pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan alam semesta  tidak berawal dan tidak berakhir.

  Materialisme merupakan sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi.Berakar pada pada kebudayaan Yunani kuno dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham materialisme dialetika Karl Marx.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia0EfGHs-DTmeGjnOgnM5Zd0Uqp1bv6IwGAMo1OtuU_7EnWMXWHNXg6pZXizOyd5hljMtppjIz7eJ-aZy8cxGPoW3Z17BQP8yE847b06OyglN00TrjJs8bjeCZ0R84X3lxlGLPnC4dN_a-/s320/galaxy.jpeg


Agar lebih mudah dipahami,alam semesta diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang berkembang.Sebagaimana titik-titik dipermukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di ruang angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus berkembang.
  Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta tidak bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukan bahwa ”titik tunggal” ini  yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki ”volume nol” dan ”kepadatan tak hingga”. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini.

  Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan ”Big Bang” dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukankan bahwa ”volume nol” merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk melakukan pemahaman Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ’ketiadaan’ yang berada diluar batas pemahaman manusia,hanya dengan menyatakan sebagai ”titik bervolume nol”. Sebenernya ’sebuah titik tak bervolume’ berati ’ketiadaan’.Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain,ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemuka fisika modern abad 20,telah dinyatakan dalam Al-quran 14 abad lampau: ”Dia pencipta langit dan bumi”  (QS. Al-An’aam, 6-101).

  Teori Big Bang menunjukan bahwa semua benda dialam semesta pada awalnya adalah satu wujud dan kemudia terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta ini dengan cara pemisahaan satu dari yang lain.
. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakam oleh Allah Yang Maha Kuasa dengan sempurna tanpa cacat. Yang telah menciptakan langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat ciptaan tuhanyang maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS.Al-Mulk,67:3).
                                                 
PROSES TERJADINYA ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR’AN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFs5ezPzB9ykz4CQC59r-sfOyr4Ge0PZhoNZP1Lq85uEUNRyhGrauyIeMH2TUrNsExMVrPOzfNM94JVo0IAV4lc92wHWFwr5zZga810JPXMn9CsegWgdhBTA0aiU61kCEmUtFqW-hHiffg/s320/galaxy11_468x468.jpg

  Dalam salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori big bang) disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu yang mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik. Mungkin banyak diantara kita yang telah membaca tentang teori tersebut.Sekarang mungkin ada diantara kita yang ingin tahu bagaimana         Al-qur’an  menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini.Dalam Al-qur’an surah Al-anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan : ”Dan apakah orang-orang kafir yang tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian Kami pisahkan keduanya.Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.Maka mengapakah mereka tiada beriman?”

  Lalu dalam Qur’an surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman: ”Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: ”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: ”Kami datang dengan suka hati”.

  Kata asap dalam ayat tersebut diatas menurut para ahli tafsir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuan yang lebih atau kurang stabil.

  Lalu dalam surat At-Talaq (surat ke-56) ayat 12 Allah berfirman: ”Allah-lah yang ,enciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya,agar kamu mengetahui bahwasannya  Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah ilmunya benar-benar meliputi segala sesuatu”
  Para ahli menafsirkan bahwa kata tujuh menunjukan sesuatu yang jamak (lebih dari satu) dimana secara tekstual hal ini mengindikasikan bahwa di alam semesta ini terdapat lebih dari satu bumi seperti bumi yang kita tempati sekarang ini.

  Beberapa hal yang mungkin mengejutkan bagi para pembaca Al-qur’an di abad ini adalah fakta tentang ayat-ayat dalam Al-qur’an yang menyebutkan tentang tiga kelompok benda yang diciptakan(Nya) yang ada di dalam alam semesta yaitu benda-benda berada di langit,benda-benda yang berada dibumi dan benda-benda berada diantara keduanya.Kita dapat menemukan hal ini pada beberapa sura yaitu Toha (surat ke-20) ayat 6yang artinya: ”Kepunyaan-Nya lah semua yang ada di langit,semua yang ada di bumi,semua yang ada di antara keduanya dan semuanya yang ada dibawah tanah.”

Laku dalam surat Al-Furqan (surat ke-25) ayat 59 yang artinya: ”Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di anatar keduanya dalam enam masa”. Juga dalam surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya: ”Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa”. Dan surat Qaf (surat ke-50) ayat 58 yang artinya: ”Dan sesungguhnya Kami telah ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa,dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan”.

  Dari surat-surat tersebut di atas terlihat bahwa secara umum proses terjadinya jagat raya ini berlangsung dalam 6 periode atau masa dimana dalam proses tahapan tersebut saling berkaitan.Disebutkan pula bahwa terciptanya jagat raya terjadi melalui proses pemisahan masa yang tadinya bersatu. Selain itu disebutkan oula tentang lebih dari satu langit dan bumi dan keberadaan ciptaan di antara langit dan bumi. Dan uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum para ahli mengemukakan tentang teori big bang (yang dimulai sejak tahun 1920-an), ayat-ayat Al-qur’an  telah secara jelas menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk.

Mengembangnya Alam Semesta

Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini: 

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSayztNd6FhITktjBPwu070frCDafU423g7Uf9nYuNk1kLKyppj&t=1


"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47) 

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini didunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang". 
http://blog.umy.ac.id/kukuh/files/2010/12/gb3.jpg
Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.  

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. 

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.



Pemisahan Langit dan Bumi
Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.
         Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20. 

Garis Edar
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana. 

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:
http://1.bp.blogspot.com/_yYf6PHV16RU/TAghYCpeRHI/AAAAAAAAAF0/9HyTfozXN3E/s320/anggota-tata-surya1.jpg

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya. 
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam. 
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. 

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar