Selasa, 13 Mei 2014

kebudayaan masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
              Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan sosial. Budaya memiliki peranan penting dalam membentuk pola pikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola pikir manusia tertentu. Budaya mencangkup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh seorang individu maupun masyarakat, pola pikir mereka, kepercayaan, dan ideologi yang mereka anut.
              Ilmu yang menjadi alat bagi manusia agar dapat menyesuaikan diri dan merubah lingkungan, memiliki hubungan erat dengan kebudayaan. Tentu saja pada kenyataannya budaya antara manusia satu dengan manusia yang lainnya berbeda, terlepas dari perbedaan karakter masing-masing kelompok masyarakat ataupun kebiasaan mereka. Realitas yang multi budaya ini dapat kita jumpai dinegara-negara dengan komposisi penduduk dari berbagai etnis. Kondisi negara dengan komposisi multi budaya rentan terhadap konflik dan kesenjangan sosial. Memang banyak faktor yang menyebabkan terjadinya berbagai konflik tersebut, akan tetapi sebagai salah satu unsur dasar dalam kehidupan sosial, budaya mempunyai peranan besar dalam memicu konflik. Pada ranah individual budaya diawali ketika individu-individu tersebut memiliki keunikan masing-masing dan saling memberi pengaruh. Ketika budaya sudah terbentuk, setiap individu merupakan agen-agen budaya yang memberi keunikan, membawa perubahan, sekaligus penyebar. Individu-individu membawa budayanya pada setiap tempat dan situasi kehidupannya sekaligus mengamati dan belajar budaya lain dari individu-individu lain yang berinteraksi dengannya. Dari sini terlihat bahwa budaya sangat mempengaruhi perilaku individu.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Budaya?
2.      Apa yang dimaksud dengan Masyarakat?
3.      Siapakah yang menciptakan kebudayaan?
4.      Apa hubungan masyarakat dengan kebudyaan?
5.      Apa fungsi kebudayaan bagi masyarakat?

C.    Tujuan
              Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk  mengetahui apa yang disebut dengan kebudayaan, masyarakat, dan apa hubungan dari keduanya.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian budaya
Budaya atau kebudayaan (berasal dari kata  sansekerta buddayah) yang merupakan kata jamak kata buddhi, yang berarti budi pekerti atau akal) secara ‘amnya membincangkan hal-hal berkaitan budi dan akal manusia. Dalam arti secara luas yaitu segala sesuatu yang dibawa atau dikerjakan oleh manusia, berbeda dengan "perkara semula jadi'' yang tidak diciptakan atau boleh dirubah oleh manusia. Di dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut sebagai culture, yang berasal dari kata Latin colore yang artinya menanam atau mengerjakan.
Sementara itu, menurut Andreas Eppink pula, kebudayaan ialah keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta struktur-struktur kemasyarakatan,  keagamaan selain penghasilan seni dan intelektual yang membentuk ciri-ciri khas sebuah masyarakat. Pengertian seperti ini di persetujui oleh Edward B. Tylor. Beliau memandang budaya sebagai satu konsep menyeluruh yang rumit yang mengandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, tatasusila, undang-undang, adat resam dan lain-lain kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Ahli antropologi dari alam Nusantara, yaitu Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi pula memegang kebudayaan sebagai alat penghasilan karya senirasa dan penciptaan di dalam masyarakat.
Kebudayaan mempunyai hubungan erat dengan masyarakat. Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, segala sesuatu yang terdapat di dalam sebuah masyarakat mempunyai hubungan atau dapat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Pemahaman ini dikenal di kalangan ahli antropologi (kajian manusia) sebagai pemahaman   determinisme ( penentuanbudaya. Herskovits seterusnya memandang budaya sebagai sesuatu yang diturunkan dari satu generasi ke generasi seterusnya dan konsep ini disebut sebagai organik lampau (atau ringkasnya superorganik).
Dari semua pengertian ini, kebudayaan dapat disimpulkan sebagai keseluruhan cara hidup manusia termasuk hasil ciptaan dan pemikiran yang sesuai dengan kehendak rohani dan jasmani yang menjadi amalan untuk kesejahteraan hidup suatu kelompok masyarakat.
B.     Pengertian masyarakat
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga.

Masyarakat menurut definisi Kamus Dewan (2005) ialah kumpulan manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dengan aturan dan cara tertentu. Individu, keluarga dan kumpulan-kumpulan kecil merupakan anggota sebuah masyarakat. Jaringan erat terwujud dalam kalangan anggota tersebut, khususnya melalui hubungan tatap muka. Dari pergaulan ini, terbina pola hubungan sosial yang berulang sifatnya seperti kegiatan gotong-royong, berkumpul menyambut petinggi masyarakat yang berkunjung, menghadiri perkawinan, berziarah pada keluarga yang meninggal  dunia. Keakraban ini membina satu kesepaduan dalam masyarakat tersebut sebagai satu unit sosial. Hubungan harmonis antara berbagai kumpulan etnik dapat membina sebuah masyarakat yang teguh.
Setiap masyarakat mempunyai kebudayaan tersendiri yang terbentuk dari hubungan antar sesama anggotanya sejak masyarakat itu terwujud. Para sarjana sains sosian dan kemanusiaan telah menegaskan bahawa kebudayaan tidak terwujud jika tidak ada masyarakat. Pendapat ini berasaskan fakta yang ada bahwa manusia sebagai anggota masyarakat telah bertanggung jawab menciptakan, mengubah dan melestarikan budaya yang telah turun temurun dari generasi ke generasi dalam kurun waktu yang sangat lama. Keterlibatan setiap anggota masyarakat diperlukan bukan hanya untuk mengatur kehidupan berlandaskan undang-undang, sistem politik, dan ekonomi. Akan tetapi juga dari segi nilai, norma, emosi, dan semangat mencintai masyarakat atau sebuah negara yang seterusnya dapat melindungi budaya masyarakat setempat.
C.    Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud  merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini telah dikaruniai akal oleh Amalah sehingga mampu untuk berkarya dimuka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dengan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebuyaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.
            Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :


1.      Suatu hubungan pedoman antar manusia /kelompoknya.
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Pembeda manusia dan binatang
5.      Sebagai modal dasar pembangunan.

D.    Hubungan manusia dan kebudayaan
Dari sisi lain hubungan manusia dan kebudayaan dapat di pandang setara dengan hubungan antar manusia dengan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis, yang artinya saling terkait satu sama lain. Proses ini ada tiga tahap yaitu:
1.      Elstelimalisasi yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.      Obyektivasi yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.      Intemalasi yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
                        Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kebudayaan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
a). Perbedaan umur,
b). Perbedaan ras,
c). Perbedaan kelas,
d). Perbedaan agama,
e). Perbedaan agama,
f). Perbedaan pekerjaan,
g). Perbedaan pandangan politik.

E.    Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat
            Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan dalamnya. Teknologi pada hakikatnya meliputi paling sedikitnya tujuh unsur, yaitu:
1.      Alat-alat produktif
2.      Senjata
3.      Wadah
4.      Makanan dan minuman
5.      Pakaian dan perhiasan
6.      Tempat berlindung dan perumhan
7.      Alat-alat transpor.
            Untuk menghadapi kekuatan-kekuatan yang buruk, manusia terpaksa melindungi diri dengan cara menciptakan kaidah-kaidah yang pada hakikatnya merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berlaku didalam pergaulan hidup. Kebudayaan mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar